Cari Blog Ini

Memuat...

Laman

Minggu, 04 Juli 2010

Peradilan Cepat dan Biaya Ringan

Sejak keluarnya hukum agama sebagai dasar salah satu dari empat lembaga peradilan di Indonesia, Pengadilan Agama semakin teguh dan mantap dalam menjalankan fungsinya. Hal ini ditegaskan dalam pasal 2 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama yang berbunyi: Peradilan Agama adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu sebagaimana dimaksud dalam pasal ini.Dalam kesempatan ini penulis ingin mengemukakn satu persoalan yang menyangkut tentang proses beracara di Pengadilan Agama, yaitu bagaimanakah penerapan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan dalam memeriksa, menyelesaikan, dan memutus perkara perceraian yang menjadi wewenangnya, mengingat bunyi ketentuan pasal 57 ayat (3) dan pasal 58 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama yaitu Pengadilan Agama membantu para pencari keadilan dan berusaha sekeras-kerasnya mengatasi segala hambatan dan rintangan untuk tercapainya peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Karena hal ini tidak lain adalah untuk melindungi hak-hak para pencari keadilan di samping menambah kewibawaan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan itu sendiri. Tetapi proses beracara di Pengadilan tetap tidak boleh mengurangi ketepatan dalam pemeriksaan dan penilaian terhadap hukum dan keadilan dan Pengadilan harus tetap memberi perlakuan yang sama terhadap diri setap orang di muka Pengadilan sesuai dengan asas Equality before the law. Dalam penelitian ini penulis memilih Pengadilan Agama Surakarta sebagai tempat untuk melakukan penelitian dan para pihak yang berperkara di Pengadilan Agama Surakarta. Karena luasnya kompetensi absolut yang dipegang oleh Pengadilan Agama Surakarta, maka penulis membatasi penelitian hanya pada perkara perceraian saja. Untuk mendapatkan data yang valid, peulis menggunakan tekhnik pengumpulan data dngan cara interview dan observasi menggali sumber data dari pihak Pengadilan Agama Surakarta dan juga para pihak yang berperkara di Pengadilan Agama Surakarta, peraturan perundang-undangan yang terkait, buku-buku kepustakaan yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pengadilan Agama Surakarta dalam menerapkan asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan dalam memeriksa, menyelesaikan, dan memutus perkara perceraian belum sepenuhnya berjalan dengan efektif. Beberapa kendala yang menyebabkan belum terlaksananya asas peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan di Pengadilan Agama Surakarta antara lain berasal dari pihak Pengadilan Agama sendiri dan juga dari para pihak yang berperkara. Kendala-kendala dari pihak Pengadilan Agama yaitu antara lain banyaknya perkara yang masuk dan kurangnya ruang sidang yang tersedia, adanya ketidak beresan di Pengadilan Agama sendiri yaitu adanya oknum Pegawai Pengadilan Agama yang meminta biaya kepada para pihak apabila ingin perkaranya cepat selesai. Sedangkan kendala yang berasal dari pihak yang berperkara antara lain salah satu pihak tidak hadir padahal kepadanya sudah dilakukan pemanggilan secara patut sehingga perlu dilakukan pemanggilan sampai dua kali atau lebih, para pihak yang mengemukakan alasan yang berbelit-belit sehingga hakim belum bisa menyimpulkan duduk perkaranya, para pihak tidak segera menghadirkan saksi atau alat bukti sehingga belum ada cukup bukti untuk memutuskan perkaranya, adanya kuasa hukum yang terkesan bertele-tele dalam membantu kliennya untuk menyelesaikan perkara perceraiannya serta pandangan para pihak yang berperkara tentang mahalnya berperkara dengan menggunakan jasa pengacara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut